Trump Klaim Sepakat Hentikan Serangan ke Iran Selama 5 Hari, Taheran Bantah Lakukan Negosiasi

ABATANEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan serangan ke Iran. Terutama ke wilayah infrastruktur energi Iran seperti pembangkit listrik dan infrastruktur energi iran selama lima hari.
Hal itu ia sampaikan melalui unggahanya melalui platform Truth Social miliknya, Senin 23 Maret 2026. Dari unggahan tersebut, Trump mengaku telah mencapai kesepakatan dengan Iran.
“Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah melakukan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di timur tengah,” buka unggahan Trump dikutip Selasa (24/3/2026).
“Berdasarkan sentuhan dan nada percakapan yang mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu ini, saya telah menginstruksikan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi iran selama lima hari,”
“Dengan syarat untuk kesuksesan rapat dan diskusi yang berlangsung. terima kasih atas perhatian anda terhadap masalah ini! “Presiden Donald J. Trump.” demikian unggahan Trump.
Hanya saja, Taheran membantah klaim Donald Trump di atas. Pihak Iran menegaskan tidak pernah melakukan pertemuan atau negosiasi dengan Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menolak klaim Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan dengan Iran. Baghaei mengatakan, Teheran tidak melakukan negosiasi dengan Washington selama 24 hari terakhir perang AS-Israel yang tidak beralasan melawan Republik Isla
“Posisi Republik Islam Iran mengenai Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak berubah,” kata Esmaeil Baghaei pada Senin 23 Maret 2026, dikutip dari Press TV.