Kamis, 13 Agustus 2026

Target 70 Persen Sebelum 31 Agustus, Dinsos Makassar Percepat Pendataan Perlinsos Digital

Target 70 Persen Sebelum 31 Agustus, Dinsos Makassar Percepat Pendataan Perlinsos Digital

ABATANEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Sosial terus menggenjot pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan data penerima bantuan sosial semakin akurat, terpadu, dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan progres pendataan Perlinsos Digital mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Wali Kota Appi Raih Penghargaan Nasional, Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga Kepulauan

Menurutnya, berdasarkan data per 11 hingga 11 Agustus 2026, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang telah berhasil didata mencapai 50.088 KK atau sekitar 11,41 persen dari total sasaran.

“Progres Perlinsos sudah mengalami peningkatan signifikan. Agen turun ke lapangan per kecamatan. Agen kita semuanya ASN dari berbagai SKPD yang ada di kecamatan,” ujar Andi Bukti, Rabu (12/8/2026).

Kota Makassar sendiri ditunjuk sebagai salah satu 48 daerah pilot project atau percontohan nasional dalam digitalisasi perlindungan sosial.

Baca Juga : Perhatian Appi ke Warga, BPBD Makassar Distribusi Air Bersih ke 161 Titik, 33.641 Jiwa Jadi Sasaran

Dari puluhan kabupaten/kota yang mengikuti uji coba tersebut, Makassar terus mendorong percepatan pendataan agar mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Lebih lanjut, mantan Kadisnaker Kota Makassar itu menjelaskan, capaian tersebut mengalami lonjakan cukup besar dibandingkan kondisi pada pekan pertama awal Agustus pelaksanaan pendataan.

Saat itu, Makassar masih berada di posisi lima besar terbawah dengan progres sekitar 0,1 persen, atau baru sekitar 1.000 KK yang berhasil didata.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Bekali Ribuan Maba Bosowa Jadi Bagian dari Pembangunan Makassar

Namun, setelah dilakukan evaluasi dan pengerahan agen dari sejumlah perangkat daerah, progres pendataan dalam beberapa hari terakhir meningkat hingga menempatkan Makassar di posisi tengah dari daerah yang mengikuti uji coba tersebut.

“Data itu per tanggal 11 kemarin, dan ini masih ada pendataan yang berjalan dan datanya belum masuk. Ini sudah menjadi progres yang menggembirakan,” jelasnya.

Andi Bukti mengungkapkan, pemerintah pusat pada tahap uji coba ini menetapkan target pendataan sekitar 40 hingga 60 persen.

Baca Juga : Distribusi Air Bersih di Makassar diperluas, Tembus 157 Titik

Namun, khusus di Kota Makassar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta capaian tersebut dapat dilampaui.

Pemkot Makassar menargetkan pendataan dapat mencapai 70 persen sebelum 31 Agustus 2026.

“Target dari pusat sebenarnya 40 persen sampai 50 persen. Tapi Pak Wali Kota minta target kita di Makassar 70 persen,” katanya.

Baca Juga : Tutup Rangkaian SMEP 2026 di Sangkarrang, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar: Evaluasi Harus Berujung pada Aksi

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Sosial mengerahkan sekitar 5.000 Agen Perlinsos yang berasal dari ASN berbagai SKPD.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 agen telah diterjunkan pada tahap pendataan sebelumnya, pengerahan agen dilakukan secara bertahap dengan membagi wilayah kerja berdasarkan kecamatan dan sesi pendataan.

“Yang baru turun kemarin sekitar 2.000 orang karena masih menyasar lima kecamatan secara bertahap. Besok dan seterusnya, akan mulai lagi lima kecamatan yang baru dengan agen berbeda dari SKPD lain yang belum bertugas,” ungkap Andi Bukti.

Baca Juga : Pemkot Makassar dan BPK Sulsel Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola BUMD

Untuk mempercepat pelaksanaan, Dinas Sosial membagi pendataan lapangan ke dalam beberapa sesi. Setiap sesi berlangsung selama tiga hari kerja.

Pada tahap pertama, agen diterjunkan di Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Ujung Pandang, Mariso, dan Manggala.

Selanjutnya, pada tahap kedua, pendataan menyasar Kecamatan Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang.

Baca Juga : Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol

Sementara tahap berikutnya akan menyasar wilayah kecamatan yang belum mendapatkan pendataan, di antaranya Biringkanaya, Tallo, Kecamatan Makassar, dan Ujung Tanah dan Kecamatan lainya.

“Jadi ada empat sesi, masing-masing sesi mencakup beberapa kecamatan,” jelasnya.

Pola kerja tersebut memungkinkan agen bergerak secara bergantian. Satu sesi berlangsung selama tiga hari, misalnya Senin, Selasa, dan Rabu. Setelah itu dilanjutkan sesi berikutnya pada Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Baca Juga : Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 426.000 KK yang menjadi target pendataan Perlinsos Digital di Kota Makassar.

Data tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam membangun basis data perlindungan sosial yang lebih terintegrasi.

Sebagai leading sektor, ia berharap proses verifikasi di lapangan dapat menghasilkan data yang lebih akurat mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Berkat Pilah Sampah Mandiri, 15.177 Warga Tamalate Makassar Bebas Iuran

“Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik,” tuturnya.

Meski progres meningkat, Dinas Sosial masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan komitmen dan ketersediaan agen dari berbagai SKPD.

Kondisi tersebut membuat Dinas Sosial harus melakukan penyesuaian dan menutup kekurangan personel agar proses pendataan tetap berjalan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Perluas Program Iuran Sampah, 5.366 KK di Tamalanrea Akan Menikmati

“Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan,” tambahnya.

Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinas Sosial menyiapkan strategi lanjutan. Setelah tugas agen dari SKPD selesai, RT dan RW akan dilibatkan untuk menyisir warga yang belum masuk dalam pendataan.

“Setelah tugas teman-teman agen SKPD ini selesai, jika masih ada warga atau masyarakat yang belum terdata, kita akan menjadikan RT/RW sebagai agen. Merekalah yang nanti menyisir warga di wilayahnya yang belum terdata,” terangnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Perluas Program Iuran Sampah, 5.366 KK di Tamalanrea Akan Menikmati

Strategi tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat validasi data hingga tingkat lingkungan.

“Dengan keterlibatan RT/RW, pemerintah dapat melakukan pengecekan lebih dekat terhadap warga yang belum terdata, sekaligus mengidentifikasi apabila terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Diketahui, Perlinsos Digital juga menyediakan portal yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran dan pengaduan data secara lebih terintegrasi.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Perluas Program Iuran Sampah, 5.366 KK di Tamalanrea Akan Menikmati

Digitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat akurasi data penerima bantuan, mengurangi potensi ketidaktepatan sasaran, sekaligus mempermudah masyarakat dalam melakukan pemutakhiran maupun pengaduan apabila terdapat persoalan data.

Andi Bukti menambahkan, dengan progres yang kini mencapai 50.088 KK, Dinas Sosial optimistis percepatan pendataan dapat terus dilakukan hingga akhir Agustus.

Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan pengerahan agen, memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan RT/RW untuk menjangkau warga yang belum terdata.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Perluas Program Iuran Sampah, 5.366 KK di Tamalanrea Akan Menikmati

“Target kita sekarang bagaimana terus menggenjot pendataan. Harapannya sebelum tanggal 31 Agustus bisa mencapai 70 persen,” pungkas Andi Bukti.

Penulis : Wahyuddin
Komentar
Berita Terkait