Ramai Isu Pembelajaran Jarak Jauh dan Siswa Dipaksa Ambil MBG, Begini Respon BGN

ABATANEWS, JAKARTA – Pemerintah pusat tengah merencanakan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Rencananya, siswa dan siswi akan melaksanakan belajar darinya mulai April 2026 mendatang.
Kebijakan ini diambil untuk penghematan anggaran ditengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti. Penyebabnya, lantaran kondisi konflik Timur Tengah yang terus memanas dan berdampak pada ekonomi banyak negara termasuk Indonesia.
Namun ditengah wacana PJJ, muncul isu soal siswa dan siswi dipaksa mengambil Makan Bergisi Gratis (MBG) seperti biasa. Isu ini ramai diperbincangkan publik terutama di media sosial.
Menanggapi isu tersebut, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengatakan sampai saat ini pemerintah belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh atau daring.
“Sehingga, program MBG masih mengacu pada mekanisme yang berlaku saat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka di sekolah,” ujar Sony pada Selasa (24/3/2026).
Dengan kata lain, belum ada skema khusus untuk distribusi program tersebut dalam situasi pembelajaran daring. BGN juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar luas di media sosial.
“Setiap kebijakan resmi, kata Sony, akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, BGN berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program MBG. Baik dari sisi pemenuhan gizi maupun tata kelola distribusi agar manfaatnya tepat sasaran bagi siswa.