Prabowo Dorong Penghematan Konsumsi BBM Dalam Negeri

ABATANEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto mendorong penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. Langkah ini menjadi upaya untuk memastikan pasokan BBM dalam negeri semakin terjamin di tengah situasi global yang tidak menentu.
Prabowo mengatakan konflik Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) sangat mempengaruhi harga BBM. Jika harga BBM naik, otomatisharga kebutuhan pokok ikut naik.
“Dan ini tentunya berdampak pada kita karena mempengaruhi harga BBM. Harga BBM bisa juga mempengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripura di Istana Negara, Jakarta dikutip live YouTube Sekretariat Kabinet, Jumat (13/3/2026).
Prabowo menjelaskan, masalah pangan di RI sebenarnya masih bisa teratasi. Sementara masalah BBM pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasinya.
Namun ia menilai langkah tersebut belum menjaamin keamanan BBM dalam negeri di tengah situasi saat ini. Maka dari itu, Prabowo menilai perlu dilakukan penghematan konsumsi BBM.
“Tentunya kita juga harus melakukan langkah-langkah yang pro aktif dalam arti kita harus lakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman. Tapi kita tidak punya upaya mengurangi konsumsi BBM kita,” terang Prabowo.
Prabowo mengambil contoh, banyak negara telah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait penggunaan BBM. Salah satunya negara Pakistan yang melakukan penghematan BBM hingga memangkas belanja pemerintah.
“Di Pakistan, mereka menganggap situasi sudah kritis. Seolah bagi mereka situasinya seperti saat kita (Indonesia) menghadapi Covid-19. Mereka melaksanakan Work From Home (WFH) kerja dari rumah untuk semua kantor baik pemerintah maupun swasta. Mereka menjalani WFH 50 persen,” imbuh Prabowo.
Langkah yang diambil Pakistan lanjut dia menjadi jawaban untuk menghadapi situasi global saat ini. Bahkan negara tersebut memotong jam kerja menjadi empat hari.
Hal itu mereka lakukan untuk memangkas konsumsi BBM dalam negeri. Pakistan bahkan memotong gaji bagi anggota kabinet, anggota DPR.
“Semua penghematan gaji ini mereka kumpulkan untuk membantu kelompok paling rentan. Mereka memotong semua anggaran BBM untuk semua kementerian dan mereka mewajibkan 60 persen kendaraan kementerian untuk tidak digunakan,” papar Prabowo.
Selain itu lanjut Prabowo, Pakistan bahkan menghentikan belanja keperluan pemerintah dalam waktu yang tidak ditentukan. Kunjungan keluar negeri pun dihentikan hingga pengurangan anggaran pemerintah dalam paksanaan kegiata hingga pesta.
“Kemudian semua lembaga tinggi pendidikan mereka pindahkan ke online. Ini hanya contoh, saya kira ini berapa hari kita bisa kaji masalah ini. Sasa kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dia tiga tahun kita kuat tapi kita juga harus hemat konsumsi (BBM),” pungkas Prabowo.