Polri Kejar Otak Judol Internasional di Hayam Wuruk

ABATANEWS, JAKARTA — Polri memastikan akan terus mengembangkan kasus penggerebekan markas judi online internasional di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, hingga berhasil menangkap aktor utama yang diduga menjadi pengendali jaringan tersebut.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti hanya pada penangkapan para operator di lapangan.
“Kami berkomitmen melakukan pengembangan hingga ke pihak paling atas,” kata Wira saat konferensi pers di lokasi penggerebekan, Sabtu (9/5/2026).
Dalam operasi yang dilakukan Kamis (7/5/2026), aparat mengamankan 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian daring berskala internasional. Namun, menurut Wira, sebagian besar dari mereka masih berstatus koordinator dan pelaksana teknis sesuai pembagian tugas masing-masing.
Saat ini penyidik masih mendalami peran setiap individu yang ditangkap. Dari hasil pemeriksaan awal, mayoritas WNA tersebut diketahui telah memahami tujuan kedatangan mereka ke Indonesia, yakni bekerja dalam operasional judi online.
Para pelaku disebut tinggal di sekitar lokasi penggerebekan, sementara gedung yang dijadikan target operasi digunakan khusus sebagai pusat aktivitas perjudian daring.
Polri juga memastikan seluruh proses hukum akan dilakukan di Indonesia. Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal pidana terkait perjudian dan tindak pidana terorganisasi.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti, mulai dari brankas, paspor, telepon genggam, laptop, komputer, hingga uang tunai dalam beragam mata uang asing.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat menemukan sedikitnya 75 domain dan situs web yang diduga dipakai untuk menjalankan bisnis judi online. Domain-domain tersebut menggunakan kombinasi nama dan karakter tertentu guna menghindari pemblokiran.
Dari total 321 orang yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Vietnam, China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.