Perjuangan Penjual Ikan Keliling Asal Gowa, Nabung Rp30 Ribu Sejak 2010 Hingga Berangkat Haji Tahun Ini

Perjuangan Penjual Ikan Keliling Asal Gowa, Nabung Rp30 Ribu Sejak 2010 Hingga Berangkat Haji Tahun Ini

ABATANEWS, MAKASSAR – Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi niat suci seseorang untuk menunaikan ibadah haji. Hal ini dibuktikan oleh Asis Deng Lipung, seorang penjual ikan keliling asal Kabupaten Gowa yang akhirnya berhasil berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Asis sehari-hari berjualan ikan menggunakan sepeda dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.

Dari penghasilan tersebut, ia harus memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan dua anaknya. Meski demikian, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk ditabung demi mewujudkan impian berhaji.

Dengan disiplin menabung Rp. 30 ribu hingga Rp. 50 ribu setiap hari selama lima tahun, Asis berhasil mengumpulkan dana untuk mendaftarkan dirinya, sang istri, dan mertuanya pada tahun 2010.

“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujar Asis, Sabtu (25/4/2026).

Perjalanan menuju Tanah Suci tidak sepenuhnya mulus. Saat namanya dinyatakan masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, Asis sempat terkejut karena belum memiliki cukup dana untuk pelunasan biaya.

Ia juga menghadapi kendala tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, satu per satu rintangan tersebut berhasil ia lewati.

Kini, Asis telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada Sabtu, 25 April 2026 Pagi pukul 08.00 Wita dan dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 Wita.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, mengatakan sebanyak 387 calon jemaah haji dari Gowa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 telah memasuki asrama haji.

“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026,” jelasnya.

Kisah Asis Deng Lipung menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dengan niat kuat, kerja keras, dan keyakinan, jalan untuk mewujudkan harapan dan niat suci akan selalu terbuka.

Berita Terkait
Baca Juga