Pemuda Terjatuh Dari Kapal Jolloro di Perairan Pasi Mabborong Sinjai, Tim SAR Lakukan Pencarian

Pemuda Terjatuh Dari Kapal Jolloro di Perairan Pasi Mabborong Sinjai, Tim SAR Lakukan Pencarian

ABATANEWS, SINJAI – Upaya pencarian terhadap Akmal (21), nelayan muda yang dilaporkan hilang terjatuh dari kapal jolloro di perairan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, memasuki hari kedua pada Rabu (19/8/2026).

Tim SAR Gabungan kini memperluas radius penyisiran dari Perairan Pasi Mabborong hingga ke jalur lintasan menuju Pelabuhan Larea-Rea.

Niat hati hendak membawa pulang rezeki hasil melaut, nasib naas justru menimpa Akmal. Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.

Saat kapal jolloro yang ditumpanginya bergerak menuju Pelabuhan Larea-Rea, korban masih sempat terlihat memilah ikan hasil tangkapan.

Selesai menyortir ikan, Akmal beranjak ke bagian belakang kapal untuk membasuh tangan. Itu menjadi momen terakhir rekannya melihat keberadaan pemuda tersebut.

Kepanikan baru pecah setibanya kapal di dermaga. Saat rekan-rekannya hendak mengajak Akmal membongkar muatan ikan, korban sudah tak lagi berada di atas kapal. Diduga kuat, Akmal terpeleset dan jatuh ke laut di tengah perjalanan tanpa disadari rekannya.

Upaya pencarian mandiri yang dilakukan para nelayan dan warga lokal sempat menemui jalan buntu sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.

Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar langsung menerjunkan tim penyelamat dari Pos SAR Bone lengkap dengan alut (alat utama) air untuk mempercepat penyisiran.

Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan terus bekerja ekstra keras memanfaatkan golden time pencarian.

“Kami telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta sarana pendukung air untuk memaksimalkan penyisiran. Ini sudah hari kedua, dan seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya optimal menyisir titik perkiraan jatuhnya korban. Kami berharap sinergi ini segera membuahkan hasil,” tegas Arif.

Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan kolaborasi ketat antara Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta puluhan warga dan nelayan setempat yang mengerahkan perahu mereka untuk membantu penyisiran.

Berita Terkait
Baca Juga