Pemkab Maros Fokus Sektor Kesehatan di Ranperda APBD 2027, Pembangunan Gedung Perawatan RSUD Jadi Prioritas

Pemkab Maros Fokus Sektor Kesehatan di Ranperda APBD 2027, Pembangunan Gedung Perawatan RSUD Jadi Prioritas

ABATANEWS, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros merencanakan belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 sebesar Rp1.517 triliun.

Sementara itu, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1.417 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp100 miliar antara pendapatan dan belanja daerah.

Selisih tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan pembiayaan berupa pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar.

Rencana itu disampaikan Bupati Maros, Dr. HAS Chaidir Syam, dalam penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Maros 2027.

Bupati mengatakan, pemerintah daerah berencana mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Sehingga pembiayaan neto sebesar Rp100 miliar, sementara sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SiLPA) nihil,” ucapnya.

Pinjaman tersebut direncanakan untuk mendukung penguatan sektor kesehatan, khususnya pengembangan RSUD dr La Palaloi.

Menurut Bupati, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung perawatan dan pengadaan alat kesehatan.

“SMI bisa memberikan pembiayaan untuk pembangunan sektor kesehatan. Makanya, pembiayaan ini dikhususkan untuk penguatan RSUD dr La Palaloi, khususnya pembangunan gedung perawatan dan pengadaan alat kesehatan,” ujarnya.

Selain pengembangan rumah sakit, APBD tahun 2027 tetap difokuskan pada tiga sektor kunci. Untuk kesehatan, keinginan untuk mengikuti program Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan serta menyediakan sarana medis.

Bidang pendidikan melanjutkan peningkatan dan perbaikan sarana-prasarana sekolah. Sedangkan infrastruktur dan layanan publik ada pembangunan Jembatan Pakerre yang dialokasikan sebesar Rp3 miliar pada tahun ini dan diproyeksikan naik menjadi Rp12 miliar pada tahun depan.

Tak hanya itu, penambahan dua unit armada pemadam kebakaran baru untuk Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Mallawa, serta armada perawatan lama. Selanjutnya adalah pengadaan tiga unit truk pengangkut baru untuk memperluas jangkauan ke kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa.

Ia juga menambahkan, skema pinjaman masih dibahas bersama PT SMI, termasuk mengenai tenor dan bunga pinjaman.

Pemkab Maros memperkirakan jangka waktu pengembalian pinjaman berkisar tiga hingga delapan tahun.

“Bunganya sekitar 5 persen,” tuturnya.

Berita Terkait
Baca Juga