Kamis, 26 Maret 2026

Menag Nasaruddin Ajak Masyarakat Pentingnya Menjaga Nilai Ramadan Setelah Idulfitri

Dokumentasi Menteri Agama Nasaruddin Umar. (foto: Kemenag)
Dokumentasi Menteri Agama Nasaruddin Umar. (foto: Kemenag)

ABATANEWS.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Menurutnya, keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi perilaku setelahnya.

Ia mengingatkan agar nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan tidak hilang setelah bulan suci berakhir. Menurut Menag, Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi.

“Yang paling penting, nilai-nilai Ramadan itu harus dipatrikan dalam diri kita. Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi, dan sifat-sifat keutamaan yang lainnya, jangan sampai nanti lewat Ramadhan kita kembali kambuh lagi. Nilai-nilai itu harus dipatrikan dalam diri kita,” ujar Menag beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Menteri Agama Nasaruddin Datang ke KPK, Beri Penjelasan Soal Naik Jet Pribadi Ke Sulsel

Ia menilai, konsistensi dalam menjaga nilai-nilai tersebut akan berdampak pada kualitas kehidupan berbangsa. Masyarakat yang mampu mempertahankan spirit Ramadan dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis dan produktif.

“Kalau ini kita ikuti perkembangan Ramadan, maka kita akan menjadi produk Ramadan yang sangat sejuk, sangat indah, cerah dan mencerahkan,” kata dia.

Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang dapat merusak kohesi sosial.

Baca Juga : Kemenag Salurkan 2 Tom Kurma Dari Arab Saudi Untuk Masjid IKN 

“Saya minta persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terkecoh oleh satu kepentingan sesaat, lalu saling menyikut antar sesama warga bangsa. Itu akan melemahkan sendi-sendi kebangsaan kita,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai “fitrah kebangsaan” yang perlu dipulihkan, Menag menekankan bahwa kecenderungan mementingkan diri sendiri harus dihindari.

“Saya kira individualisme itu jangan sampai bersarang di hati dan di pikiran setiap anak bangsa. Ini yang menjadi racun. Kalau semua orang mementingkan dirinya sendiri,” tuturnya.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Ajak Umat Hormati Perbedaan Penetapan Ramadan

Dengan demikian, momentum Idulfitri, menurut Menag, seharusnya menjadi titik awal untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan pribadi maupun sosial, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.

Komentar