Jokowi Beri Target Kaesang DKK, Struktur Organisasi PSI Rampung Akhir 2026

ABATANEWS, MAKASSAR – Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberikan target kepada DPP PSI agar struktur organisasi telah rampung pada akhir tahun 2026. Hal itu ia sampaikan dalam orasi politiknya di Rakernas PSI, di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (31/1/2026).
Jokowi menyampaikan, kekuatan partai bukan hanya dibangun dari atas. Melainkan harus dibangun dari bawah tepatnya tingkat desa hingga RT/RW.
“Tidak bisa hanya sampai tingkat DPD, harus sampai RT/RW. Karena kekuatan partai politik itu terletak di struktur yang kuat, dari akar,” kata Jokowi.
Jokowi mengungkapkan telah melakukan pembicaraan khusus dengan para Ketua PSI, baik itu ketua pembina, ketua umum, ketua harian, hingga sekjen. Dalam pembicaraan itu, ia menekankan agar segera merampungkan struktur organisasi PSI hingga akhir tahun ini.
“Saya ngomong, kapan kira-kira ini bisa kita selesaikan? Harus selesaikan akhir 2026. Itu harus selesai,” tegas Jokowi.
Jokowi menekankan, PSI membutuhkan mesin besar untuk mencapai target memenangkan Pemilu 2029. Maka dari itu, struktur PSI harus dikuatkan dari tingkat bawah demi menopang fondasi partai.
“Kalau diperlukan, saya harus datang, saya masih sanggup, saya masih sanggup datang di provinsi-provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan,” tegas Jokowi.
Jokowi menambahkan, ada 28 provinsi, 500 lebih kabupaten/kota, hingga 7000 lebih kecamatan di Indonesia. Setiap daerah baik dari tingkat desa hingga kabupaten/kota harus ada kader PSI di sana.
Dengan jumlah kader besar, PSI akan menjadi mesin politik yang ampu bersaing di pemilu dan tidak menutup kemungkinan meraih kemenangan. Namun, syaratnya mutlak para kader harus betul-betul kerja keras demi target yang diinginkan.
“Saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara, bisa bekerja mati-matian untuk PSI?. Saudara bisa bekerja habis-habisan untuk PSI?. Inilah yang harus kita kerjakan, negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan,” pungkas Jokowi.