Hari Otda 2026, Makassar Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik

ABATANEWS, JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja pemerintahan terbaik di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, pencapaian ini tidak sekadar menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga bukti nyata dari tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat
Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto kepada Wali Kota Munafri Arifuddin dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun 2026 yang digelar di Plaza Kemendagri, Senin (27/4/2026).
Dalam keterangannya, Munafri Arifuddin menyampaikan rasa terima kasih atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini bukan hanya keberhasilan pemerintah kota semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen di Kota Makassar.
“Alhamdulillah, pada peringatan Hari Otonomi Daerah 2026 ini, Kota Makassar mendapatkan penghargaan sebagai salah satu pemerintah kota dengan sistem penyelenggaraan pemerintahan terbaik,” jelas Appi.
“Mudah-mudahan ini terus memberikan inspirasi bagi kita semua, khususnya di Pemkot Makassar, untuk terus membangun sinergi dan meningkatkan kinerja,” sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.
Penghargaan Piagam diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar, atas prestasi penyelenggara Pemerintah daerah dengan skor 3,6171 dan status kinerja tertinggi berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Evaluasi ini menjadi indikator utama dalam menilai kualitas kinerja pemerintah daerah di seluruh Indonesia, mencakup aspek tata kelola, pelayanan publik, hingga capaian pembangun.
Yang menjadikan pencapaian ini semakin istimewa, Kota Makassar menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan dari kawasan luar Pulau Jawa, yang berhasil menembus dominasi daerah-daerah besar lainnya dalam penghargaan penghargaan tersebut.
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi dan reformasi birokrasi yang dijalankan Pemkot Makassar mampu bersaing di tingkat nasional.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa prestasi ini menjadi penanda bahwa arah pembangunan Kota Makassar, yang fokus pada efisiensi anggaran, pelayanan publik, serta inovasi tata kelola pemerintahan.
Lebih dari itu, kata Appi penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar untuk terus menjaga konsistensi kinerja serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi yang solid antara pemerintah kota bersama DPRD, unsur Forkopimda, serta dukungan penuh dari masyarakat.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.
“Penghargaan ini bukan hanya hasil kerja kami pemerintah kota saja, tetapi juga hasil kolaborasi dengan rekan-rekan DPRD, Forkopimda, dan yang paling penting dukungan seluruh masyarakat Kota Makassar,” tambahnya.
Diketahuinya, penetapan EPPD tahun 2025 menjadi tidak penting dalam mengukur kualitas tata kelola pemerintahan di seluruh Indonesia.
Melalui keputusan resmi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendorong akuntabilitas, efektivitas, serta kinerja pusat berbasis hasil di tingkat daerah.
Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional tahun 2025 disusun berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) provinsi serta kabupaten/kota tahun 2025.
Ketetapan ini sekaligus menjadi dasar tujuan dalam menilai capaian kinerja masing-masing daerah, yang kemudian dirumuskan dalam dokumen resmi Hasil sebagai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Lebih dari sekedar penilaian administratif, EPPD mencerminkan sejauh mana pemerintah daerah mampu menjalankan fungsi pelayanan publik, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.
Hasil evaluasi ini pun menjadi rujukan strategi bagi pemerintah pusat dalam memberikan pelatihan, pengawasan, hingga penghargaan kepada daerah dengan kinerja terbaik.
Pada poin krusial dalam keputusan tersebut, juga dipaparkan skor dan status kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang mengerucut pada daftar daerah dengan pencapaian tertinggi secara nasional.
Tercatat sebanyak 5 pemerintah provinsi, 15 pemerintah kabupaten, dan 9 pemerintah kota, termasuk Kota Makassar berhasil masuk kategori prestasi tertinggi, menandakan standar kinerja yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
Ini tidak hanya menunjukkan siapa yang terbaik, tetapi juga cermin menjadi arah baru tata kelola pemerintahan daerah, untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, Munafri menambahkan, dengan capaian tersebut, Kota Makassar semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional.
Meski meraih prestasi di tingkat nasional, Munafri juga mengingatkan seluruh jajaran SKPD agar tidak cepat berpuas diri.
Dia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kinerja serta kolaborasi agar terus melakukan perbaikan di berbagai sektor pelayanan publik.
“Kita berharap apa yang kita dapatkan hari ini tidak membuat kita berpuas diri, namun justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja di tahun-tahun mendatang,” tutup Appi.