Dinamika Transportasi Sulsel September 2026: Penerbangan Domestik Terkoreksi, Angkutan Laut Tunjukkan Tren Positif Tahunan

ABATANEWS, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat aktivitas penerbangan domestik di Sulsel pada September 2026 mengalami koreksi secara bulanan. Jumlah penumpang tercatat sebanyak 695,59 ribu orang, merosot 8,02 persen dibandingkan bulan Agustus 2026.
Berdasarkan rilis BPS Sulsel pada Senin (2/11/2026), penurunan ini terjadi secara merata pada seluruh kategori, meliputi penumpang datang yang turun 8,17 persen, penumpang berangkat yang turun 7,78 persen, serta penumpang transit yang terkoreksi 7,99 persen.
Kendati demikian, secara kumulatif pada periode Januari hingga September 2026, jumlah penumpang domestik masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk volume barang angkutan udara domestik, total tonase pada September 2026 mencapai 11.783,35 ton (turun 7,11 persen m-to-m). Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar masih menjadi pusat aktivitas utama dengan porsi bongkar muat sebesar 11.601,85 ton.
Menariknya, di tengah penurunan secara umum, beberapa bandara regional justru menunjukkan tren positif secara bulanan. Contohnya, Bandara Andi Jemma dan Bandara Rampi di Luwu Utara yang masing-masing mengalami kenaikan volume barang di kisaran 4,40 hingga 4,43 persen.
Sementara itu, sektor angkutan udara internasional melalui Bandara Sultan Hasanuddin menunjukkan pemulihan tipis secara bulanan.
Total penumpang internasional mencapai 25,38 ribu orang (naik 0,23 persen m-to-m), yang digerakkan oleh peningkatan jumlah penumpang berangkat sebesar 2,23 persen, meskipun penumpang datang mengalami sedikit penurunan sebesar 1,62 persen.
Untuk sektor kargo internasional, volume barang melonjak 10,32 persen (m-to-m) menjadi 539,67 ton, terutama didorong oleh lonjakan barang yang dimuat sebesar 17,42 persen.
Perkembangan Sektor Angkutan Laut
Dari sektor perairan, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri di Sulawesi Selatan pada September 2026 tercatat sebanyak 237,81 ribu orang, mengalami sedikit penurunan sebesar 2,12 persen dibandingkan Agustus 2026.
Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya penumpang embarkasi (naik kapal) sebesar 4,41 persen menjadi 120,27 ribu orang. Sebaliknya, arus debarkasi (turun kapal) justru naik tipis 0,34 persen menjadi 117,54 ribu orang.
Berdasarkan sebaran pelabuhan utama, Pelabuhan Makassar mencatatkan jumlah penumpang tertinggi sebanyak 86,53 ribu orang (turun 7,25 persen m-to-m). Disusul oleh Pelabuhan Parepare yang mencatatkan 67,70 ribu orang (turun 0,81 persen m-to-m).
Sementara itu, Pelabuhan Bajoe mencatatkan 37,02 ribu orang (naik signifikan sebesar 9,61 persen m-to-m). Secara tahunan, kinerja angkutan laut menunjukkan lompatan yang impresif dengan pertumbuhan penumpang mencapai 15,75 persen (y-on-y).
Secara kumulatif (Januari–September 2026), jumlah penumpang juga terus mendaki sebesar 5,46 persen, yang didorong oleh geliat aktivitas di Pelabuhan Parepare dan Makassar yang masing-masing tumbuh di atas 10 persen.