Bupati Takalar Dorong Fasilitas Pascapanen, Empat Dryer Ditargetkan Beroperasi di Takalar

ABATANEWS, TAKALAR — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye terus mendorong penambahan fasilitas pascapanen untuk mendukung petani di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Salah satu sarana yang diperjuangkan yakni dryer atau mesin pengering hasil pertanian yang dinilai dibutuhkan untuk membantu petani menangani hasil panen secara lebih optimal.
Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi Bupati Takalar Daeng Manye dengan jajaran Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Takalar, Parawangsa, mengatakan komunikasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan sarana pertanian, khususnya fasilitas pascapanen yang turut menentukan kualitas hasil produksi petani.
“Dryer jagung 10 ton per hari ini untuk Kelompok Tani Massamaturu, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, dan Kelompok Tani Makmur, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone,” kata Parawangsa.
Ia menjelaskan, dukungan sarana pascapanen di Takalar terus bertambah melalui program Kementerian Pertanian. Saat ini, dua unit dryer dalam tahap pembangunan dan hampir rampung, masing-masing dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari dan dryer padi berkapasitas 30 ton per hari.
Selain dua unit tersebut, satu dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari juga akan ditambahkan pada bulan ini. Menurut Parawangsa, proses pengadaan fasilitas tersebut telah memasuki tahap kontrak.
“Ditambah dua lagi yang sementara dalam proses pengusulan ke Kementerian Pertanian. Jadi, hampir pasti tahun ini sudah ada empat dryer yang akan beroperasi di Takalar,” jelasnya.
Penambahan fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan hasil panen petani, termasuk membantu proses pengeringan dengan sarana yang lebih memadai.