Berulah Lagi, Israel Batasi Akses ke Masjid Al-Aqsa Saat Ramadan 2025

ABATANEWS, JAKARTA — Pembatasan akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan kembali terjadi pada tahun 2025, memicu kecaman luas dari berbagai pihak. Kebijakan Israel yang hanya mengizinkan 10 ribu Muslim dari Tepi Barat untuk melaksanakan salat Jumat di masjid yang mampu menampung ratusan ribu jemaah ini dianggap sebagai langkah provokatif yang mengancam kebebasan beribadah.
Otoritas Islam-Kristen untuk Dukungan Yerusalem dan Tempat-Tempat Suci menilai keputusan ini sebagai “preseden berbahaya” dan pelanggaran mencolok terhadap status hukum serta sejarah Masjid Al-Aqsa. “Ini adalah provokasi terhadap perasaan umat Islam serta bentuk penahbisan kendali Israel atas tempat ibadah ini,” demikian pernyataan mereka, dikutip dari media Arab Saudi, Sabq, Kamis (27/2).
Kritik juga muncul terkait dampak kebijakan ini terhadap perwalian Hashemite—otoritas Kerajaan Yordania yang secara historis bertanggung jawab atas tempat-tempat suci di Yerusalem. Keputusan Israel disebut merusak status quo yang telah lama berlaku dan memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.
Otoritas Palestina pun menyerukan perlawanan terhadap pembatasan ini. Mereka mengimbau umat Islam untuk tetap datang ke Masjid Al-Aqsa dan menolak kebijakan yang dianggap tidak sah tersebut.
Pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadan bukanlah hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan ini kerap memicu bentrokan, seperti yang terjadi pada 2021, 2022, dan 2023. Dengan statusnya sebagai situs suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, setiap upaya pembatasan terhadap Al-Aqsa terus menjadi pusat ketegangan antara Palestina dan Israel, serta perhatian dunia internasional.