Amerika Ajukan Gencatan Senjata, Iran Respon dengan Serangan Berat

Amerika Ajukan Gencatan Senjata, Iran Respon dengan Serangan Berat

ABATANEWS — Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengajukan proposal gencatan senjata selama 48 jam kepada Iran pada 2 April melalui perantara negara ketiga. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita semi-resmi Fars yang mengutip sumber terkait.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa usulan itu disampaikan lewat salah satu negara mitra, sebagai respons atas meningkatnya tekanan dan tantangan yang dihadapi pasukan AS di kawasan.

Menurut laporan Fars, Iran tidak memberikan jawaban resmi secara tertulis. Sebaliknya, negara tersebut justru meningkatkan intensitas serangan militernya.

Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa upaya diplomatik AS untuk meredakan konflik semakin gencar, terutama setelah adanya laporan serangan terhadap fasilitas militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Sebelumnya, komando militer pusat Iran dengan tegas menolak ancaman dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika tidak menyetujui kesepakatan damai dalam waktu 48 jam. Ancaman tersebut muncul di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dan pihak AS-Israel.

Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, dalam pernyataan dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menyebut ancaman tersebut sebagai tindakan yang mencerminkan kepanikan dan ketidakstabilan.

Ia menegaskan bahwa jika terjadi agresi dari pihak Amerika atau sekutunya, Iran akan merespons tanpa batas dengan menargetkan seluruh infrastruktur militer yang digunakan oleh AS dan Israel secara berkelanjutan.

Sementara itu, Donald Trump melalui platform Truth Social sebelumnya menuliskan peringatan keras kepada Iran, menyebut bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan hampir habis dan memberi tenggat 48 jam sebelum konsekuensi besar terjadi.

Menanggapi hal itu, Aliabadi memperingatkan bahwa pesan tersebut justru berarti konsekuensi berat juga akan dihadapi oleh pihak lawan, dengan menyatakan bahwa “pintu neraka” akan terbuka bagi mereka jika konflik terus berlanjut.

Berita Terkait
Baca Juga